Showing posts with label Perkebunan. Show all posts
Showing posts with label Perkebunan. Show all posts

Saturday, May 12, 2018

Zulkifli Arbi warga kec. Sawang yang mencetus lahir nya bibit kakao unggul varietas TSH GS 215

Zulkifli Arbi pencetus lahir nya bibit unggul Kakao varietas TSH GS 215, bibit unggul ini lahir dari persilangan varietas kakao kampung unggul, yang lahir dari hasil okulasi.
Foto Sumber : Muhajir

Zulkifli Arbi pencetus lahir nya bibit unggul Kakao varietas TSH GS 215, bibit unggul ini lahir dari persilangan varietas kakao kampung unggul, yang lahir dari hasil okulasi.
Ke unggulan dari varietas TSH GS 215 :

  Tinggi batang 1 MT 
   Panjang lingkaran 2 MT
  Tahan dari serangan hama opt
   Buah lebih besar-besar
     
Jika ditinjau dari hasil produksi 18 buah kakao matang yang masih mentah dapat menghasilkan biji kering 1 kg.
Zulkifli Arbi yang biasa disapa Bg Peli ini lahir di Desa Sawang Kec. Sawang juga membagi cara penanggulangan hama wereng atau tata cara pencegahan hama yang membuat kakao gagal panen.

Adapun cara penanggulangan hama pada tanaman yang sudah diserang hama OPT buah yang sudah terkena serangan harus dibuang semua nya kemudian dirawat kembali, dan juga saat tanaman kakao sedang berbunga harus dilakukan penyemprotan, begitu juga saat sudah menjadi buah kakao yang kecil harus disomprot kembali sampai buah nya mulai besar disomprot sekali lagi.

Adapun obat yang dipakai untuk penanggulangan hama OPT :
 Alika
  Krinakron
  Dithen
  NPK walet cair 
  Pelengket

Friday, May 4, 2018

Petani Kakao Kec. Sawang belum ada solusi membasmi hama wereng

Dalam kegiatan surve Komstrat tanaman KAKAO BPS Aceh utara, mitra BPS Kec. Sawang turun lansung kelapangan guna untuk pengambilan data tanaman KAKAO.
Foto Sumber: Muhajir

Dalam kegiatan surve Komstrat tanaman KAKAO BPS Aceh utara, mitra BPS Kec. Sawang turun lansung kelapangan guna untuk pengambilan data tanaman KAKAO.
Disaat turun lansung kelapangan, petani tanaman kakao mengeluh akan penanggulangan tanaman kakao, padahal dari sisi ekonomis kakao tergolong tanaman yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi dari sisi peningkatan ekonomi petani, jenis tanaman ini sangat menguntungkan.

Namun untuk saat ini hampir semua responden yang kami kunjungi mengeluh akan hama wereng yang mengganggu, atau mengurangi hasil produksi panen dari tanaman kakao tersebut, petani juga menambahkan jika terus berfokus pada tanaman kakao yang sudah terserang tersebut maka mereka akan rugi, jika tidak terus dilakukan perawatan ada sedikit banyak hasil panen yang masih bisa dipetik, pulaen glah ke engkot masen.

Petani juga berharap ada uluran tangan dari pemerintahan guna untuk menyukseskan petani caroeng maka para petani membutuhkan solusi untuk menghadapi berbagai macam penyakit yang menyerang tanaman kakao.
Untuk lebih jelas jangan lupa tonton video dibawah ini.



Sunday, November 5, 2017

Durian Sawang Menjadi Tanaman Warisan Nenek Moyang

Sawang adalah suatu desa yang jauh dari jalan Medan-Banda Aceh kira-kira jarak tempuh dari jalan lintas 16 Kilometer, ibu kota Kecamatan Sawang terletak di Desa Sawang adapun luas Kecamatan lebih kurang 384,65 Km2/38.465 Ha.
Foto suber : Muhajir
Sawang adalah suatu desa yang jauh dari jalan Medan-Banda Aceh kira-kira jarak tempuh dari jalan lintas 16 Kilometer, ibu kota Kecamatan Sawang terletak di Desa Sawang adapun luas Kecamatan lebih kurang 384,65 Km2/38.465 Ha.
Batas-batas kecamatan sawang antara lain :

  • Sebelah Utara berbatasan dengan Muara Batu
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Bener Meriah 
  • Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Makmur
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Nisam Antara

Dari aspek topografi, seluruh desa di wilayah Sawang mempunyai topografi daerah yang bervariasi diantaranya datar berbukit dan sedikit bergelombang dengan pinggiran pendalaman dengan ketinggian 80-120 meter dari permukaan laut (mdpl). Iklim di Kecamatan Sawang didapati iklim tropis (iklim panas), bulan basah (hujan) terjadi mulai bulan september sampai januari. Sedangkan bulan kering dimulai pada bulan maret sampai agustus.Suhu rata-rata berkisar antara 18-350C, dengan jumlah hujan rata-rata 1600 mm/tahun.

Jumlah penduduk Kecamatan Sawang adalah sebanyak 34.780 jiwa yang terdiri dari 16.207 jiwa laki-laki dan 17.173 jiwa perempuan.

Sawang adalah salah satu daerah penghasil durian berkualitas di wilayah Aceh yang memiliki rasa nya yang sangat manis, konon nya durian wilayah Sawang sudah ada semenjak dulu atau diperkirakan 300 tahun yang lalu, durian sawang tidak dipetik setengah matang atau diperam sampai masak, durian yang berada didesa tersebut masih menggunakan sistem alami.
Dari proses pembungaan hingga berbentuk menjadi buah durian sawang tidak pernah tersentuh dengan pupuk kimia, apalagi pestisida kimiawi, sebagian dari orang sawang percaya jika durian ditabur pupuk kimia dan dipakai bahan kimia maka durian tersebut akan berubah rasa nya tidak manis melekit.

Saat memasuki proses pemanenan durian Sawang tidak dipetik dan diperam melainkan ditunggu buah nya jatuh sendiri dari pokok dahan, di bawah pohon durian pun tidak boleh dibersihkan hingga tidak tersisa rerumputan ini juga akan berefek pada pohon durian itu sendiri, cepat mati, dedaunan nya gugur begitu saja dan lain-lain.
Ilmu dalam proses penanaman durian pun disini masih memakai sistem tradisional, namun sekarang sudah ada beberapa orang yang memakai bibit kokulasi atau bibit hasil persilangan atau percangkokan, namun di Desa Sawang kebanyakan durian yang sekarang ada adala durian yang diwarisi oleh nenek moyang masyarakat Sawang itu sendiri ada beberapa jenis nama-nama buah durian yang melegenda di Desa Sawang :
  1. Durian Aboe
  2. Durian Tem
  3. Durian jantong dll
Durian Sawang menjadi durian yang paling dicari dikalangan mayarakat Aceh pencinta buah manis beraroma khas tersebut, buah durian juga enak dikonsumsi dengan beras ketan, mau itu dibuat secara rebusan atau dibuat menggunkan daun pisang rasa nya tidak pernah kalah.
Hati-hati jika ingin merasa atau mencicipi buah durian Sawang anda akan ketagihan dan akan selalu mengingat nya, dan bau mulut anda juga akan sulit hilang karena efek bau durian akan selalu keluar dari mulut sipencicip atau si pemakan durian itu sendiri.

Ada salah satu cara untuk menghilangkan bau durian dari mulut, pertama anda jangan buang kulit durian yang telah anda makan, pakai kulit durian tersebut untuk menuang air putih dan minum air dari kulit durian yang telah dituang air putih maka beberapa menit kemudian bau durian dari mulut anda akan lebih sedikit berkurang hingga hilang.
Jika anda penasarang dengan durian sawang biasa nya durian sawang panen disekitar bulan 8 atau bulan 9 karena durian hanya berbuah dalam 1 tahun sekali selamat mencoba.

Tuesday, October 31, 2017

Keuntungan Menanam Pepaya

Pepaya adalah jenis tanaman yang kaya manfaat, pucuk atau daun nya bisa diolah menjadi sayuran yang memiliki kaya vitamin dan menyehatkan bagi kesehatan, buah pepaya yang belum masak juga bisa dijadikan sayur-sayuran.
Foto Sumber : Muhajir
Pepaya adalah jenis tanaman yang kaya manfaat, pucuk atau daun nya bisa diolah menjadi sayuran yang memiliki kaya vitamin dan menyehatkan bagi kesehatan, buah pepaya yang belum masak juga bisa dijadikan sayur-sayuran.

Di era yang semakin canggih ini bukan hal yang lazim ketika lowongan kerja sangat sulit didapatkan dinegeri tercinta kita, kebanyakan para sarja malah banting setier menjadi, tukang ojek, tukang becak dan lain-lain, namun pekerjaan tersebut sangat mulia.

Hari ini saya akan membahas keuntungan dalam berusaha dibidang pertenaian, kalau berbicara pertanian ia tidak terlepas dari yang nama nya ekonomi, apa itu ekonomi?
ekonomi ialah modal sedikit keuntungan banyak, dalam ilmu pertanian bukan hanya bercocok tanam kita juga harus memahami analisi keuntungan dalam berusaha supaya apa yang akan kita usahakan mendapatkan hasil yang maksimal.

Ini adalah sebuah analisis sedarhana guna kita dapat memahami secara perlahan dalam berusaha dibidang pertanian. Jika kita memiliki luas arel lahan 1 Hektar dengan jarak tanam 2,5 meter per batang, maka jumlah bibit yang muat dalam areal 1 hektar 4.000 bibit.

dalam 4.000 batang pepaya akan menghasilkan buah selama 3 tahun perbatang pepaya 303 buah pepaya, jika harga pepaya saat ini dibeli dengan harga 3.000 perbuah maka dalam 1 batang pepaya selama 3 tahun mampu menghasilkan uang Rp. 909.000 kemudian di x kan dengan jumlah 4.000 batang maka hasil nya Rp.3.636.000.000 perbatang pepaya dikurangi, biaya pupuk, biaya pengolahan lahan, biaya penyemayan benih, biaya pembersihan lahan, biaya obat-obatan dan biaya pemanenan sebanyak per satu batang Rp. 50.000 maka jumlah semua biaya pengeluaran selama 3 tahun Rp. 200.000.000.

Sisa keuntungan bersih dalam usaha penanaman pepaya yaitu Rp. 3.436.000.000
Dari hasil diatas dapat disimpulkan keuntungan berbisnis disektor pertanian sangat menjanjikan bukan.

Dalam sisi lain pepaya juga memiliki beberapa jenis penyakit yang menyerang tidak usah panik jika terkena penyakit tinggal carikan obat dan penangan yang bagus, jenis-jenis penyakit yang menyerang pepaya :
  1. Antrakona Penyakit ini muncul pada buah yang belum matang (bewarna hijau). Gejala tersebut dalam bentuk  bercak-bercak cokelat sampai hitam pada buah. 
  2. Bercak daun gejala yang ditimbulkan oleh penyakit ini adalah pada daun terdapat bercak-bercak bulat dengan garis tengah mencapai 3cm, bewarna cokelat.
  3. Bakteri gejala yang ditimbulkan adalah pada tanaman muda daun menguning dan membusuk.
  4. Busuk akar pangkal batang gejala yang ditimbulkan oleh penyakit ini adalah mula-mula daun layu, menguning, dan menggantung di sekitar batang sebelum rontok.
  5. Bercak cincin gejala terdapat cincin-cincin dan bercak-bercak.
Indonesia adalah negara yang strategis dalam berusaha dibidang sektor pertanian tidak salah nya kita terus berjuang dan memajukan sektor pertanian dari hulu hingga hilir dan semoga negara kita menjadi negara super power pertanian.

Monday, May 15, 2017

Keuntungan Menanam Lada

Aceh merupakan daerah yang pernah memproduksi lada hingga dikenal keluar daerah/keluar Negeri, dalam hal ini saya ingin membagi sedikit ilmu pengetahuan tentang lada.
Foto Sumber; Asosiasi Petani Lada Aceh
Aceh merupakan daerah yang pernah memproduksi lada hingga dikenal keluar daerah/keluar Negeri, dalam hal ini saya ingin membagi sedikit ilmu pengetahuan tentang lada. 

Perkebun dalam skala luas maupun tanaman skala kecil dengan memanfaatkan areal pekarangan rumah.
Banyak rumah penduduk baik di kota atau di pedesaan yang dapat dimanfaatkan untuk menanam tanaman perkebunan yang bernilai ekonomis dan hasilnya dapat memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari, seperti tanaman lada, ubi, cabai dan lain-lain.Kita dapat melihat disekeliling tempat tinggal kita, hampir semua rumah memilki pekarangan yang relatif luas, tetapi kosong tidak ditanam apapun, dibiarkan begitu saja.

Jika pekarangan kosong itu dapat dimanfaatkan untuk menanam lada akan membawa keuntungan yang sangat besar. 

Persoalannya sekarang apakah kita mau, apakah kita tau manfaatnya, dan apakah  kita ada waktu, ataukah kita ragu-ragu dari wujud malas. Sekarang coba kita merenung sejenak bahwa sesuai hasil analisis pakar ekonomi  dan pakar bisnis tentang Lada.

Komoditi lada bukan hanya kebutuhan dalam negeri tetapi lada merupakan komoditi ekspor. Banyak negara di dunia yang sangat membutuhkan lada seperti eropa,  amerika dan lain-lain. Jadi prospek lada sangat menjajikan. Bahkan sehari-hari di pasar tradisional kita persediaan lada belum mencukupi daerah kita.

Kita ketahui bahwa satu tiang pohon lada akan berbuah sepanjang waktu. 
Lada mulai ditanam sampai mencapai umur 3 tahun sudah berbuah, setiap 5 hari sekali dapat dipetik dalam satu batang/tiang menghasilkan lada yang berkualitas setengah kilogram dan sebulan berati 6 kali panen x 3 kilogram sama dengan 18 kilogram. Jika harga perkologram Rp 75.000,- maka pendapatan perbulan dari hasil produksi satu tiang lada Rp.1.350.000,- dikurangi biaya produksi Rp.350.000,. maka hasil bersih Rp.1.000.000,- pertiang.Apabila setiap rumah hidup minimal 10 tiang akan mendapat pendapatan 10 x 1.000.000,- =Rp. 10.000.000,-  jika dalam jumlah yang banyak misalnya berkebun seperempat hektar dengan jarak tanam 2x2 meter berarti dapat ditanam 1200 tiang akan mendapatkan pendapatan perbulan Rp. 1,2 milyar. Bagaimana jika luasnya 1 hektar, 2 hektar dan seterusnya, hitung saja berapa pendapatan kita sebulan.

Tentunya jika ini diterapkan maka Aceh akan kembali sebagai tanah pertanian lada yang pernah membeli pesawat pertama untuk indonesia.